![]() |
Sejumlah warga mendaftar sebagai peserta Tajemtra 2026 di sekretariat panitia kompleks Jember Sport Garden, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur. (Foto: Disporabudpar Jember) |
JEMBER - Antusiasme masyarakat mengikuti gerak jalan tradisional Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 mulai terlihat. Hingga Jumat (14/8/2026), jumlah peserta yang telah mendaftar menembus 11 ribu orang.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih membuka pendaftaran dan menargetkan sedikitnya 20 ribu peserta ambil bagian dalam Tajemtra yang akan digelar pada Sabtu, 5 September 2026, mendatang.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, mengatakan persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi lintas sektor.
"Hari ini, tanggal 14 Agustus, pendaftar sudah sampai sekitar 11.000 lebih. Target kami minimal 20.000," kata Bobby.
Menurutnya, Tajemtra 2026 akan mengambil rute dari Alun-Alun Tanggul menuju Alun-Alun Jember. Untuk memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan keamanan peserta, Pemkab Jember menyiapkan langkah sterilisasi lintasan dari kendaraan bermotor.
Bobby memaparkan, koordinasi lintas sektor dilakukan agar aktivitas kendaraan di sepanjang rute dapat diminimalkan selama gerak jalan berlangsung.
"Dalam rapat juga sudah sepakat kita akan mencoba meminimalisir agar tidak ada kendaraan sepanjang lintasan Tanggul-Jember yang akan digunakan oleh para peserta Tajemtra," ujarnya.
Selain memastikan kesiapan teknis, Pemkab Jember juga mengajak calon peserta mulai mempersiapkan kondisi fisik. Masyarakat juga dapat mengikuti latihan bersama yang difasilitasi Pemkab.
Menurut Bobby, persiapan fisik penting mengingat peserta akan menempuh rute panjang dari Tanggul hingga pusat Kota Jember.
"Bagi para peserta ataupun calon peserta, silakan mempersiapkan diri dengan baik, berlatih. Boleh gabung dengan latihan dengan Pemkab," tuturnya.
Tajemtra tahun ini juga membawa warna baru dengan melibatkan kelompok drumband pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA atau sederajat. Mereka akan tampil di sejumlah titik sepanjang rute.
Keterlibatan pelajar tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta dan masyarakat. Pemkab Jember menjadikannya sebagai uji coba untuk mengembangkan parade atau kompetisi drumband pada gelaran Tajemtra berikutnya.
"Kami pada saat pelaksanaan juga melibatkan beberapa drumband dari SD, SMP maupun SMA dan sederajat. Ini juga menjadi salah satu uji coba. Siapa tahu nanti ke depan kita bisa jadikan semacam lomba parade drumband di dalam kegiatan Tajemtra," ungkap Bobby.
Semarak Tajemtra 2026 juga akan ditambah dengan hadiah senilai total Rp200 juta. Sebanyak Rp100 juta disiapkan untuk doorprize dan Rp100 juta lainnya untuk uang pembinaan bagi para pemenang.
Pengundian doorprize akan dilakukan pada malam hari setelah rangkaian gerak jalan berakhir. Pengundian dijadwalkan sekitar pukul 23.50 WIB hingga 24.00 WIB di kawasan garis finis Alun-Alun Jember.
Pemkab memastikan kupon doorprize tidak hangus. Nomor peserta yang mendapatkan hadiah akan diumumkan secara terbuka melalui media sosial resmi Pemkab Jember dan media partner.
"Jangan khawatir, tidak akan hangus. Setelah kita undi, nomor-nomor peserta akan kita umumkan baik di akun-akun medsos maupun dengan media-media yang bersama dengan pihak Pemkab," imbuh Bobby.
Dengan jumlah pendaftar yang terus bertambah, Pemkab Jember kini memfokuskan persiapan pada pengamanan lintasan, kesiapan peserta, serta koordinasi antarinstansi agar pelaksanaan Tajemtra 2026 berjalan aman dan meriah.
Bobby berharap masyarakat ikut mengambil bagian dalam gelaran tersebut, baik sebagai peserta maupun dengan memeriahkan suasana di sepanjang rute.
"Mari sama-sama ajak datang ke Jember dan ikut Tajemtra nanti pada tanggal 5 September 2026, start dari Alun-Alun Tanggul," pungkasnya. (rus)
