JEMBER - Bupati Jember, Muhammad Fawait, memastikan seluruh nelayan di Kabupaten Jember kini mendapat jaminan layanan kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan. Sementara, bagi nelayan yang berisiko tinggi mereka terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Komitmen itu disampaikan pemimpin muda yang akrab disapa Gus Fawait tesebut dalam program Pro Guse Update yang digelar di kawasan Pantai Pancer, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (16/8/2026).
Gus Fawait menyebut, warga Jember termasuk nelayan yang ber-KTP Jember, kini dapat berobat gratis di seluruh Puskesmas dan rumah sakit se-Indonesia, sekalipun mereka berada di luar daerah seperti Surabaya maupun Jakarta.
Ia bahkan sempat mengecek langsung data kunjungan ke Puskesmas Puger untuk memastikan program tersebut benar-benar dirasakan warga.
"Kunjungan ke Puskesmas biasanya tidak sampai 30 atau 40. Namun hari ini, bisa 100 lebih yang berobat jalan," ujar Gus Fawait, menggambarkan lonjakan jumlah nelayan yang kini berani mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir soal biaya.
Menurutnya, lonjakan tersebut menjadi indikator keberhasilan program. Nelayan yang dulu enggan berobat karena kendala biaya, kini mulai terbuka memeriksakan kesehatannya begitu ada gejala sakit.
Tak hanya sisi kesehatan, Pemkab Jember juga memperluas perlindungan bagi nelayan berisiko tinggi lewat BPJS Ketenagakerjaan. Gus Fawait menyebut, sudah ada sekitar 600 nelayan yang terdaftar dalam program ini, dengan rencana jumlahnya terus ditambah ke depan.
Perlindungan itu mencakup santunan bagi ahli waris jika terjadi kecelakaan kerja di laut, bahkan beasiswa pendidikan bagi anak nelayan yang masih berstatus mahasiswa.
Terkait usulan perbaikan infrastruktur, termasuk alur keluar-masuk perahu di Pelawangan Puger, Gus Fawait membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi melalui saluran Wadul Guse.
Ia menjelaskan, setiap usulan yang masuk akan didokumentasikan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan Pemkab Jember, sehingga penanganannya bisa lebih terarah dan terukur.
"Kalau itu kewenangan pemerintah kabupaten, kita langsung turun. Kalau itu kewenangan pemerintah pusat, kita akan sampaikan," jelas Gus Fawait, seraya menambahkan bahwa sejumlah program pusat yang sebelumnya sulit diakses Jember kini mulai mengalir berkat komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat maupun provinsi.
Penjelasan tersebut disampaikan Gus Fawait menanggapi pertanyaan warga Puger Kulon, Salman Al Farisi. Ia menanyakan langkah konkret pemerintah untuk nelayan, khususnya terkait keselamatan di jalur Pelawangan yang menurutnya kerap memakan korban.
"Adakah program yang menyentuh langsung kepada nelayan khususnya keluar masuknya perahu di Pelawangan? Ini banyak sekali korban-korban di Puger, para nelayan yang nyawanya hilang di situ," tanya Salman, sebelumnya. (rus)
