Reda Dijenguk dan Dibantu Walikota Sawahlunto

loading...


SAWAHLUNTO, MJ News - Malang tak dapat ditolak , bagitulah bunyi pepatah yang menimpa salah seorang warga Desa Silungkang Tigio yang bernama Reda, tepatnya warga Dusun Stasiun Desa Silungkang Tigo kecamatan Silungkang. Pasca melahirkan putranya yang bernama Hafis ( 2 bulan ) dirinya mengalami lumpuh.

Mendengar ada warganya yang mengalami lumpuh usai melahirkan, menggerakkan hati Walikota Sawahlunto Deri Asta untuk melihat langsung kondisi Reda. Didampingi Kadis Kesehatan pengendalian penduduk dan KB Yasril, Kadis Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Perlindungan Anak dedi Syahendri, Deri Asta tak mampu membendung kesedihannya melihat warganya tergelatak tak berdaya.bahkan untuk makan saja dibantu peralatan medis.

Langsung saja Deri Asta yang menjenguk dirumah Reda sabtu ( 29/2 ) memerintahkan Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas Silungkang dr. Salma Lira Reda yang mengalami lumpuh segera dirawat di Rumah Sakit.”Agar mendapat layanan pemulihan kesehatan yang sesuai standar medis perlu dirawat di rumah sakit,” ujar Deri Asta.

Namun setelah berdiskusi dngan pihak keluarga, disepakati Reda dirwat di Puskesmas Silungkang. “Kita siap membantu memulihkan ibu Reda ini di rumah sakit. Namun, tadi dari pihak keluarga beliau ada sejumlah pertimbangan. Jadi setelah kita musyawarahkan, hasilnya kita sepakat bahwa Reda ini dirawat di Puskesmas terdekat, yakni di Puskesmas Silungkang,” tutur Walikota.

Dr. Salma Lira, Kepala Puskesmas Silungkang, mengatakan, secepatnya, kalau tidak Minggu besok atau Senin, tim dari Puskesmas Silungkang akan menjemput Reda ke rumahnya. Sedangkan untuk pelayanan obat - obatan nantinya, akan dikoordinasikan dengan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto.

Pada kesempatan tersebut, Pemko Sawahlunto memberi bantuan berupa uang Rp 3 juta dan makanan dan perlengkapan bayi. Reda juga dibantu untuk memperoleh pelayanan pemulihan kesehatan. Bantuan langsung diserahkan Walikota .

Kronologis lumpuhnya Reda usai melahirkan anak pertamanya yang dinamai Hafis dan sekarang sudah berusia 2 bulan ini, dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB (Dinkesdalduk - KB) Yasril, adalah disebabkan rendahnya hemoglobin (hb) pasca melahirkan, dimana saat melahirkan Reda mengalami pendarahan.

“Saat melahirkan, Reda mengalami pendarahan berlebihan. Ternyata, kemudian rentetan dari pendarahan tadi membuat otak Reda kekurangan darah yang mengalirkan oksigen, istilahnya iskemic. Begitu darah yang mengalirkan oksigen ke otak ini berkurang, menyebabkan rusaknya jaringan syaraf - syaraf di tubuh Reda sehingga efeknya seperti sekarang, beliau mengalami lumpuh,” urai Yasril.

Yasril mengatakan, karena kelumpuhan total inilah, untuk mendapatkan asupan makanan maka Reda hanya mengandalkan dari NGT (sonde) yang dipasang dari hidung sampai ke lambung.

Saat ditanya peluang Reda untuk kembali pulih, Yasril menjawab peluangnya ada meski secara teori medis peluang tersebut sangat terbatas. Dinas Kesehatan sendiri, kata Yasril melalui Puskesmas Silungkang tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan perawatan memulihkan Reda terlepas dari lemah atau kuatnya peluang untuk pulih secara teori medis.

Di tempat yang sama, suami Reda yang bernama Joko Prayitno menyampaikan terimakasih yang sebesar - besarnya pada Walikota Deri Asta dan jajarannya. Dikatakan Joko, dengan kondisi dan keterbatasannya maka dukungan dan bantuan dari Pemko Sawahlunto sangat berarti sekali.

“Terimakasih banyak pak, memang bantuan yang diberikan sangat dibutuhkan sekarang, pak. Saya saat ini kan tidak bisa bekerja saat merawat istri ini di rumah. Jadi memang sangat terbatas kemampuan,” kata Joko.

Beruntungnya, meski kondisi sang ibu masih dalam kelumpuhan, sang putra yang dilahirkan tersebut dalam keadaan sehat dan kuat. Hafis, nama putra tersebut juga tidak rewel. Saat digendong Walikota Deri Asta pun, Hafis tetap ‘anteng’ dan nyaman sambil sesekali tersenyum.

“Hafis ini, tugas kita bersama juga untuk merawat dan memastikan kesehatannya terjaga. Saya himbau juga pihak puskesmas nanti, jangan ibunya saja yang dirawat dan dipulihkan, anaknya ini pantau juga, bantu juga merawatnya,” pesan Walikota Deri Asta sambil menggendong Hafis.
(rel)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama