Sumbar Terima 7.000 APD dan 35 Ribu Masker dari BNPB

loading...

Wakil Gubernur Nasrul Abit dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Erman Rahman bersama Forkopimda saat menerima bantuan APD dan masker dari BNPB di Lanud Tabing Padang, Selasa (7/4/2020). (ist)

mjnews.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 7.000 Alat Pelindung Diri (APD) dan 35 ribu masker. Bantuan tersebut akan disalurkan pada rumah-rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Sumbar.

“Benar, kita sudah menerima bantuan dari BNPB. Bantuan itu sudah sampai di Lapangan Udara Tabing,” sebut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit Selasa (7/4/2020) di Padang.

Kedatangan bantuan tersebut disaksikan Wakil Gubernur Nasrul Abit, Danrem 032 Wirabraja Brigjen. TNI Kunto Arif dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covi-19 Sumbar, Erman Rahman.

“Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut dapat mempercepat penanganan Covid-19 di Sumbar. Karena kebutuhan kita akan APD selama ini masih sangat tinggi. Sementara ketersediaannya terbatas,” sebutnya.

Pakai Masker

Sejalan dengan pemerintah pusat, guna mengurangi dan pencegahan penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Sumatera Barat, Gubernur mengeluarkan instruksi tentang penggunaan masker.

“Gubernur telah mengeluarkan intruksi terkait dengan pengunaan masker dengan nomor: 360/013/COVID-19-SBR/IV-2020,” ujar Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman.

Dikatakan Jasman, intruksi gubernur tanggal 6 April 2020 itu agar ditindaklanjuti bupati dan walikota.

“Adapun bunyi intruksi tersebut yakni masyarakat di daerah untuk menjalankan gerakan ‘masker untuk semua’,” katanya.

Lanjutnya, masker untuk semua itu mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker berbahan kain tiga lapis apabila keluar rumah dengan tujuan yang sangat mendesak seperti berobat, membeli bahan pangan atau hal lain yang sangat penting.

“Untuk masker kain agar dicuci dengan sabun atau deterjen setelah maksimal pemakaian empat jam dengan memastikan tangan bersih sebelum mengenakan masker,” ungkapnya.

Kemudian untuk penggunaan masker medis hanya diperuntukkan untuk tenaga kesehatan dan orang yang memiliki gejala penyakit pernapasan.

“Oleh karena itu bupati, walikota, walinagari, kepala desa, lurah, wali jorong serta Ketua RT/RW, kader PKK dan lainnya selalu mengingatkan warga menggunakan masker di luar rumah, kemudian menyebarluaskan intruksi ini dengan selalu melakukan pengawasan dalam pelaksanaannnya,” pungkasnya.

21 Orang Positif Covid-19

Seperti tak terbendung, setiap hari jumlah warga yang positif terinfeksi virus corona terus bertambah. Hingga, Selasa (7/4/2020) sudah 21 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Sumbar.

Meski begitu, dari kabar tersebut juga ada kabar baik. Selain pasien yang di Tanah Datar dinyatakan sembuh, ada satu pasien lainnya dinyatakan mulai membaik. Pada tes pertama sudah dinyatakan negatif, namun kini menunggu hasil labor untuk pemeriksaan kedua.

“Kabar baiknya, sudah ada satu lagi yang mulai membaik. Kini menunggu hasil tes kedua, agar benar-benar negatif,” ujar Jasman.

Disampaikannya, berdasarkan data Pemprov Sumbar. Adapun 3 (tiga) orang yang baru dinyatakan positif Covid-19 yakni, satu orang wanita, 26 tahun dirawat di RSAM Bukittinggi. Dia adalah istri dari pasien pertama positif di RSAM yang terpapar saat di Malaysia.

Sementara, keadaan pasien pertama (suami yang bersangkutan) tersebut justeru telah mulai membaik dan berdasarkan hasil swab pertama dinyatakan negatif. Namun untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan swab sekali lagi. Jika negatif, maka yang bersangkutan bisa keluar rumah sakit dan atau sesuai anjuran dokter.

Dua orang lagi dari Padang. Satu berjenis kelamin, laki-laki, usia 38 tahun. Kemudian satu orang lagi wanita usia 22 tahun. Mereka ketahuan positif Covid-19 setelah dilakukan test swab secara mandiri. Kondisi mereka berdua tidak menunjukkan gejala sama sekali. Saat ini mereka berdua masih isolasi mandiri.

Dengan demikian, maka terhitung Selasa (7/4/2020) total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3.873 orang dengan rincian dalam pemantauan, 1.686 selesai pemantauan sebanyak 2.187 orang.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 91 Orang, masih dirawat 21 orang. Dinyatakan negatif 63 orang dan isolasi mandiri di rumah 7 orang.

Kemudian, terkonfirmasi positif sebanyak 21 orang. Dengan rincian, dirawat di RS Achmad Mochtar Bukittinggi positif 7 orang, yakni, 1 orang sembuh, isolasi mandiri 2 orang, dalam perawatan 4 orang,

Di RSUP M. Djamil Padang, positif 4 orang, terdiri dari dalam perawatan 4 orang. RS Semen Padang Hospital dirawat 2 orang. Dengan rincian, dirawat 1 orang dan meninggal dunia 1 orang.

RSUD Pariaman, positif 1 orang, isolasi mandiri 1 orang. Selain itu ada isolasi mandiri di rumah sebanyak 7 orang. Total isolasi mandirI adalah 10 orang

“Semoga ke depan pasien yang sudah dinyatakan positif segera membaik. Wabah korona ini habis di Sumbar,” harap Jasman. (*/eds)




 

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama