Lapas Terbakar, Ini Hotline yang Bisa Dihubungi

 Api berkobar di lapas. (cnnindonesia)


JAKARTA-Ditjen PAS membuka hotline aduan bagi keluarga tahanan di Lapas Kelas 1 Tangerang yang mengalami kebakaran. Ditjen PAS memberi kesempatan bagi keluarga tahanan yang ingin mengetahui kondisi keluarganya yang sedang menjalani masa tahanan.

"Saat ini masih berproses, untuk itu dalam kesempatan ini kami membuka seluas-luasnya kepada keluarga yang ingin mengetahui kondisi dari warga binaan keluarganya yang menjalankan pidana di Lapas Kelas 1 Tangerang, kami juga sudah memiliki call center, silahkan keluarga nya untuk menghubungi call center 081383557758," kata Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Rika Aprianti, Rabu (8/9/2021).

Rika mengatakan pihak keluarga bisa menghubungi call center pengaduan korban di 081383557758. Pihak keluarga dapat menghubungi nomor tersebut untuk mendapatkan informasi dari Lapas Kelas 1 Tangerang terkait kondisi keluarganya. 

"Kami sangat terbuka 24 jam untuk keluarga yang ingin mengetahui kondisi dari keluarganya," ujarnya yang dikutip dari detikcom.

Diwartakan sebelumnya, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Tangerang mengalami kebakaran pada Rabu (8/9/2021) pagi. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Deni Koeswara.

Insiden kebakaran tersebut terjadi pada pukul 02.00 dan menimpa blok C2 yang terdapat aula dan ruangan tempat para napi menginap. Akibat musibah tersebut 41 orang sedang berada di dalam ruangan tersebut tewas, 72 lainnya luka ringan, 8 lainnya luka serius. “Iya benar, kejadiannya pukul 02.00 WIB,” tutur Deni saat yang dikutip dari republika.co.id

Dalam upaya pemadaman, BPBD Kota Tangerang,  menerjunkan puluhan orang dalam tim pemadam kebakaran bersama dengan belasan unit mobil pemadam kebakaran yang ada di kota Tangerang. “Saya pakai 65 orang. Sama 12 unit mobil pemadam kebakaran,” kata dia.

Menurut penuturannya, proses pemadaman si jago merah dilakukan selama kurang lebih dua jam yang dibantu petugas lapas yang sedang berjaga. “Jam 04.00 WIB api sudah padam,” katanya. 

Pihaknya bersama polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Namun diduga berasal dari konsleting arus listik. Terkait dengan jumlah korban jiwa pun masih dilakukan pendataan. Saat ini proses evakuasi korban dalam insiden tersebut masih dilakukan pihak yang berwenang. 

Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. "Sementara diduga akibat arus pendek," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus yang dikutip dari detikcom.

Yusri mengonfirmasi korban tewas akibat kebakaran 41 orang. Beberapa lainnya mengalami luka-luka. (*)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama