Peta Desil Payakumbuh: Lamposi Tertinggi, Payakumbuh Barat Terbanyak




PAYAKUMBUH-Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mulai memetakan kondisi sosial-ekonomi warga Kota Payakumbuh secara lebih rinci.

Berdasarkan rekap Dinas Sosial Kota Payakumbuh per 13 Agustus 2026, tercatat 151.324 individu masuk dalam data DTSEN. Dari jumlah itu, 59.173 individu berada pada Desil 1 sampai Desil 4, sedangkan 78.838 individu berada pada Desil 1 sampai Desil 5.

Desil sendiri merupakan pengelompokan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Semakin rendah angka desil, semakin rendah pula posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan data tersebut. Namun, angka desil bukan berarti otomatis sama dengan angka kemiskinan menurut ukuran BPS.


Dari data itu, ada beberapa temuan penting.

Pertama, Payakumbuh Barat menjadi kecamatan dengan jumlah warga Desil 1 terbanyak, yakni 4.293 individu. Artinya, secara jumlah absolut, konsentrasi warga pada lapisan terbawah paling banyak berada di kecamatan tersebut.

Kedua, jika dilihat dari persentase, justru Lamposi Tigo Nagori menjadi wilayah yang paling menonjol. Di kecamatan ini, 8.500 dari 12.719 individu yang tercatat dalam DTSEN berada pada Desil 1 sampai Desil 5. Jumlah itu setara dengan sekitar 66,8 persen.

Dengan kata lain, hampir 7 dari 10 individu yang tercatat dalam DTSEN di Lamposi berada pada kelompok Desil 1–5.

Untuk kelompok Desil 1 sampai Desil 4, Lamposi juga tercatat paling tinggi secara proporsi, yakni sekitar 53,7 persen.

Sementara itu, Payakumbuh Selatan berada di kisaran 54,3 persen untuk Desil 1–5, Payakumbuh Utara 53,9 persen, Payakumbuh Timur 52 persen, dan Payakumbuh Barat sekitar 47,3 persen.

Temuan ketiga, masih ada 5.491 individu di Kota Payakumbuh yang tercatat belum pemeringkatan. Jumlah terbanyak berada di Payakumbuh Barat, disusul Payakumbuh Utara dan Payakumbuh Timur.

Data ini memperlihatkan bahwa peta kesejahteraan di Payakumbuh tidak bisa hanya dibaca dari jumlah semata. Ada wilayah yang besar secara jumlah penduduk, tetapi ada pula wilayah yang lebih kecil namun memiliki konsentrasi desil bawah lebih tinggi.

Kabid PRJS Dinas Sosial Kota Payakumbuh, Hendra Eriko, S.H., sebelumnya menjelaskan bahwa data DTSEN diperbarui setiap tiga bulan melalui mekanisme musyawarah kelurahan.

Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan posisi desil yang tercatat dapat melapor melalui RT, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), maupun kelurahan. Setelah itu, data akan diperiksa kembali sebelum dibahas dalam musyawarah kelurahan dan diinput ke aplikasi setelah diverifikasi. (jnd)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama