Bertambah 80 Orang, Jumlah Warga Jabar Positif Corona Jadi 343


mjnews.id - Tercatat 343 warga Jawa Barat terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 hingga Selasa (7/4/2020). Data itu ditampilkan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar), sebagaimana dilihat detikcom pukul 20.13 WIB.

Terjadi penambahan drastis sebanyak 80 orang. Satu hari sebelumnya, angka positif Corona yaitu 263 orang. Penambahan ini menjadi yang terbesar sejak penghitungan 2 Maret 2020 di laman Pikobar.

Kenaikan jumlah warga yang terinfeksi ini, berjalan lurus dengan angka warga terkonfirmasi COVID-19 nasional yang mengalami kenaikan sebesar 247 orang sehingga total menjadi 2.738 orang.

Kabar baiknya, jumlah orang yang sembuh dari COVID-19 bertambah lima orang atau menjadi 17 orang di Jabar dan 204 orang secara nasional. Sementara itu, angka kematian masih belum beranjak dari angka 29 jiwa.

Total ada 1.719 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 29.935 orang dalam pemantauan (ODP) di Jabar. Pemprov Jabar akan memperkuat strategi deteksi dini untuk mengantisipasi adanya Orang Tanpa Gejala (OTG). Status OTG dikriteriakan kepada orang yang tidak bergejala COVID-19, namun memiliki risiko menular atau tertular dari orang yang positif terinfeksi virus Corona.

"Langkah khusus tidak ada, tetapi itu merupakan kesatuan strategi dengan penanganan COVID-19 di Jabar. Hanya perlu penguatan dalam strategi deteksi dini gejala klinis, yaitu mandatory thermal gun, wajib diukur suhu tubuh," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar Berli Hamdani saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Berli mengatakan, bila suhu orang tersebut mendekati atau lebih dari 38 derajat Celcius, akan segera dikategorikan ke dalam orang dalam pemantauan (ODP). "Jadi bisa mengurangi resiko bertambahnya OTG yang makin meningkatkan risiko penularan," ucap Berli. (*)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama