Di Tengah Wabah Covid 19, Oknum Wakil Rakyat Pertontonkan Perbuatan Tercela


Entah apa yang ada di benak sebagian oknum wakil rakyat yang menyandang posisi anggota dewan terhormat, mereka seolah mempertontonkan perbuatan tercela ketika rakyat sedang merana karena dampak virus corona.

mjnews.id - Cukup ramai diperbincangkan berbagai kalangan soal perangai oknum wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang seolah tampak biasa saja mempertontonkan sesuatu yang tercela dan melukai hati rakyat yang dahulu memilih dia.

Sebut saja mulai dari menunjukkan arogansi ketika ketahuan melanggar aturan hingga melakukan perbuatan asusila sepertinya sering dijumpai pada banyak kasus yang melibatkan oknum wakil rakyat.

Seperti baru-baru ini, oknum anggota DPRD   Jefri Masrul (JM) dari partai Demokrat diduga mengendarai mobil ugal-ugalan dan dalam kondisi mabuk terpaksa diamankan oleh anggota TNI.

Dia diamankan saat mengendarai mobil secara ugal-ugalan di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Markas Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja, Selasa (7/4/2020) dini hari.

Selain JM, anggota TNI yang sedang piket tersebut juga mengamankan tiga perempuan dan satu laki-laki. Tak hanya itu, sejumlah botol minuman keras jenis wine juga tampak berserakan di mobil yang digunakan JM.

Hal itu dibenarkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda saat dihubungi wartawan, Rabu (8/4/2020).

“Benar, kita menerima lima orang yang diantar petugas piket Korem. Salah satunya mengaku anggota DPRD  . Mereka dalam keadaan mabuk, minum wine,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Rabu (8/4/2020).

Namun, akhirnya JM dan rekan-rekannya hanya dikenai tilang setelah dianggap kendaraan yang dikendarai tidak sesuai aturan.

“SIM-nya ada, tapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sesuai dengan STNK, juga pakai knalpot racing. Kita tilang kendaraannya,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang AKP Sukur Hendri Saputra.

Sementara itu, terkait narkoba, polisi menyatakan, JM dan rekan-rekannya negatif kandungan narkoba.

Sekretaris DPD Demokrat   Januardi Sumka mengakui bahwa JM merupakan kader Demokrat yang saat ini merupakan anggota DPRD  . Januardi juga sudah mengonfirmasi secara lisan kepada JM mengenai kejadian tersebut.

“Belum tahu, kronologinya saja kita belum tahu. Kita minta dulu keterangan dari yang bersangkutan, baru diputuskan apakah dia bersalah atau tidak,” kata Januardi.

Oknum anggota DPRD   (JM), hingga berita ini diturunkan tidak bisa dikonfirmasi meski telah dihubungi berulang kali melalui telepon seluler.

Pada waktu dan tempat berbeda, buntut dari video asusila yang beredar, Almasta Boy diganti dengan Desriwan sebagai Ketua Fraksi PKB di DPRD Kabupaten Sijunjung.

Hal ini disampaikan oleh pimpinan DPRD pada rapat internal, usai sidang paripurna penyampaian nota LKPJ Bupati Sijunjung di ruangan sidang utama gedung DPRD setempat, Rabu (8/4/2020).

Ketua Fraksi PKB yang baru Desriwan kepada wartawan pernah mengatakan, ini adalah keputusan atau kebijakan dari DPC PKB Sijunjung terhadap pengantian ketua fraksi PKB.

“Ini mungkin sangsi yang diberikan oleh DPC PKB terhadap Almasta Boy, tersandung kasus yang menimpanya yang sempat heboh beberapa waktu yang lalu,” ungkap, Desriwan.

Kalau dikilas balik, Almasta Boy tersandung dalam dugaan kasus asusila dengan seseorang yang bukan isterinya, dan sempat beredarnya video di dunia maya.

Kemudian Ketua Badan Kehormatan Dewan (BK) DPRD kabupaten Sijunjung Mukhlis, SHI, ketika ditanya, mengatakan, mengenai sangsi yang telah diberikan oleh BK kepada Almasta Boy terhadap perbuatannya tersebut adalah memberikan sangsi sedang yaitu dengan memberikan sanksi secara tertulis kepada Almasta Boy.

Tetapi yang jelas sekarang ketua fraksi PKB di DPRD Sijunjung telah diganti dari Almasta Boy kepada Desriwan, dampak dari kasus yg dialami oleh Almasta Boy tersebut.

Menanggapi peristiwa yang melibatkan oknum DPRD, salah seorang pengamat sosial, Edi Siregar, mengatakan, perbuatan oknum DPRD tersebut menciderai dan melukai hati rakyat yang dahulu memilihnya.

“Apalagi sekarang masyarakat tengah merana merasakan dampak marak wabah virus corona yang melanda pelosok negeri, hendaknya wakil rakyat menunjukkan empatinya,” kata Edi Siregar. (*/Mj)
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama